Senin, 25 Agustus 2008

dari rumah sakit ke rumah duka

sudah banyak teman dan kerabat yang berkumpul di depan kamar jenazah. garasi ambulan RSU PKU Muhamadiyah Jogja, kesibukan menunggu kepastian rumah duka, memastikan tuk dibawa kemana rencananya, menurut istri pinginnya dibawa ke Boyolali tempat mertua.
tapi tunggu dulu kedatangan kakak yang ada di Jakarta, terdengar kabar ikut go show penerbangan jam 12 siang dari jakarta, sambil menunggu kedatangan kakak almarhum, evakuasi jenazah yang sudah dimandikan dan rapi dengan kain kafan, bergerak ke rumah duka di Desa Kopen Boyolali.
dengan mobil rescue kita antar almarhum ke rumah duka, aku dan Samoe sebagai sopir di depan, di samping jenazah ada Punpun, Yosep Kingkong dan Embut, dengan satu mobil keluarga bergerak cepat ke arah jalan pasar kembang dan berbelok ke kanan arah Hotel Garuda, meringkas jalan ke arah Kotabaru dan melintas Jalan Langensari Pengok, lewat Demangan yang macet motor karena lampu merah, teman Midun marah-marah dan emosi dengan misuh kepada pengendara motor, langsung menuju jalan solo ke arah timur terus hingga Klaten kota.
sekitar jam 10-an sampailah jenazah di rumah duka, sudah siap semuanya, sarana dan pra sarana pemakaman sudah ready for use, pemindahan jenazah dari dragbar ambulan ke keranda, ditutup dengan kain batik jarik, dan menunggu keputusan keluarga, seharian di siang panas berangin itu, dengan sejuk pohon di desa, obrolan panjang dan hilir mudik para pelayat, menghabiskan waktu panjang penantian kedatangan kakak korban dari Jakarta, seorang intel polisi dari kesatuan Airud Mabes POLRI, dengan istri dan anaknya yang masih kecil.
akhirnya mobil jemputan sudah datang sekitar jam 19.00 an, dari Solo penerbangan dari jakarta jam 16.00 wib.
diskusi panjang yang melelahkan, perdebatan antar kedua bapak, mertua dan kandung, belum ada kesepakatan soal tempat pemakaman, di Boyolali atau di Mataram Lombok NTB. sekitar pukul 21.00 an ada keputusan soal tempat pemakaman, disertai dengan tangisan anak dan istri yang pingsan, sementara kakak ipar bingung tidak karuan, akhirnya dipindahkan lagi jenazah dari keranda ke dragbar mobil rescue, dibawa ke RSUD Boyolali, menunggu kepastian tiket pesawat ke Lombok. membeli peti jenazah seharga 1.100.000 rupiah, dengan imbalan 200.000 kepada pengrukti jemazah, sebagai imbalan pembungkusan kembali jenazah, menambah plastik dan kain kafan pembungkus ulang, hingga tebal banget. nampak di ujung pocongan.
dimasukan ke peti jenazah dan diangkat ke mobil ambulan, berangkat menuju bandara Adisumarmo Solo, untuk masuk cargo dan karantina penerbangan sipil.
jam 23.00 an, semua pelayat dari Jogja bergerak pulang, ada 5 mobil bergerak beriring hingga finish di bakmi goreng depan AMPLAS jalan solo.
semua makan dan semua merasa lelah, akhirnya kita bubar, dan aku diantar hingga jalan KHA Dahlan ke RSU PKU JOgja ambil motor dan nganter kain penutup keranda milik rumah sakit, malah diberi pakaian yang tertinggal di kamar jenazah,
pulang ke kepatihan mampir beli minum dan sampai di kepatihan dengan Kantor SARDA yang ksosong terkunci, akhirnya minum banyak-banayak dan tertidur lelap hingga bangun karena terdengar suara riuh kesibukan kantor.
yang

selamat jalan Midun .....!

bangun tidur langsung ambil celana, masih pake kaos SAR hitan kerah oranye, menenteng HT dan bawa simpanan duit almarhum, pembayaran wetsuit 5 biji dan satu fin, bersama Embut ke RS PKU Muhamadiyah Jogja, ketemu anak-anak JLRC, ke istri dan anak-anak almarhum, ucap bela sungkawa, langsung ke kamar jenazah melihat dan menyaksikan kondisi terakhir,
nampak seorang pria tambun, sudah terbujur kaku dengan ikatan verban di dagu hingga dahi, mata terkatup, wajah dingin, kedua jempol kaki sudah diikat dengan verband juga, diselimuti hingga ke semua tubuh.
ah.....kenapa kamu nggak kontrol Dun, semalam minum ma siapa?
aku memberi perhatian pada istrimu broer.....aku nggak tega lihat kedua anakmu yang kecil, selamat tidur panjang sahabat...........!
damai menyertaimu dan semoga semua kebaikanmu bermanfaat di akhirat!
aku justru tidak menyebut inalilahiwainailahiroji'un, secara kita teman minum broer, asik aja Bos, kamu selalu bilang "Siap!"
oke bos kita kondisikan, mudah itu ... sante aja!
selalu dan selalu kamu tidak bisa bilang tidak! selalu oke dan siap!
tapi......
sepeda motor mu yang gaul, kamu yang nggak suka pake helm,
ah..........kepalamu robek besar, sebaiknya memang meninggal, dengan leher membekas biru lebam, kepalamu terbentur trotoar pemisah jalan......robek sepanjang dahi hingga atap kepala, ada sedikit luka di jempol kaki, ya ....., itu saja luka yang ada, dan kamu sudah rela melepas nyawa , semoga saat itu kamu tewas seketika, tanpa derita dan sakit..........amin !

selamat jalan Broer....!

sabtu pagi saat nyenyak tidur terbangun karena telpon,
bergegas cuci muka dan ke kamar mandi, ambil jaket dan celana, meluncur ke RSU PKU Muhamadiyah Jogja, rupanya di sana sudah banyak anak-anak JLRC di depan rumah sakit.
ah ............Midun sudah tiada, kenapa begitu cepat?
saat kita baru kompak-kompaknya,
masih ingat saat aku kenal pertama di waduk sermo, saat perbaiki Land Rover yang minyak remnya bocor, nggak bisa jalan, nogok di hutan lindung sekitar waduk, saat aku masih sibuk dengan materi pertolongan air di waduksermo, aku lihat pertama kamu,
kemdudian saat perjamuan di warung tendanyaPak No di Bukit Bangkel, saat aku terkapar di lintasan off road, aku senang sekali ngepot di sana. sementara aku bingung memetakan kekuatan di antara para penggemar jeep, ada perbedaan di antara mereka, ada yang senang dengan ADVENTURE dan ada yang pro dengan COMPETITION. Memang ada perbedaan dalam pergaulannya, petualangan di alam bebas dengan materi TOURING OFF ROAD dengan mereka yang OFF ROAD COMPETITION, J4x4C dengan JLRC dua organisasi penggemar jeep yang berbeda haluan, anak 4 x 4 dengan anak Landist.
JLRC bermarkas di sekertariat RAPI daerah DIY, sedangkan anak J 4x4 C lebih sering bergaul dengan anak-anak breaker ORARI, semua adalah temanku, semua adalah potensi SAR, semua bermaksud ikut dalam unit rescue, dan aku adalah anak SARDA di mata mereka.
ya Midun salah satu anggota JLRC, saat melayat dia kemarin aku melihat sebuah komunitas yang asik, persaudaraan di antara para penggemar land rover, rasa setia kawan dan persaudaraan yang patut diberi acungan jempol, saat salah satu dari mereka meninggal.
adalah MIDUN anak MAPALA Cakrawala juga, punya land rover seri 2 warna oranye, punya toko out door equipment juga, dengan satu istri yang cantik dan setia, dihiasi dua anak manis yang lucu, masih kecil-kecil, yang gede usia 4 tahun, yang kecil usia 2 tahun, semua lincah dan selalu riang dengan teman-temannya.
tetapi keluarga muda yang bahagia itu, kini sudah tidak sempurna jumlahnya, tidak ada lagi papa dan tidak ada suami, pergi meniggalkannya....
saat aku, Nande, Embut dan Pun2 baru mulai bergaul dengan keluarganya, asik dan selalu meriah, kita selalu ramai dengan minuman import, selalu ada dan pasti tuntas.
saat di Hotel Desa Puri yang juga rumahnya Pun2 Wisnu, aku tewas dengan sempurna, dievak ke Banyuraden dengan jeep king-kong ma Yosep, kemudian di rumah Yosep saat ada pertemuan dengan anak-anak gelanggang. Masih teringat jelas di benak penuh alkohol ini. saat mengantar aku pulang, hingga Nande terjerumus di depan rumahnya. Saat akan masuk garasi ban depan masuk ke selokan depan gang. Hingga dua hari menjelang kematiannya.
dari rumah dia di gang sempit di pinggir sawah, diskusi tentang hidup hingga pagi dan tewas di halaman rumah, menengok toko outdoornya, hingga pergi ke gelanggang uat nganter wetsuit pesanan, bertemu dengan anak-anak gelanggang dan dua anak SAR Klaten. Itulah pertemuan terakhirku dengannya, dan berlanjut di HT, saat kuajak dia ngebreak di dini hari, sendiri di rumah, dan nitip vodka kepadku, tapi karena badanku capek banget karena seharian di Kaliurang, memberi materi SAR dan tali temali, termasuk evkuasi medan sulit, baru jam 21.00 an kita sampai di kepatihan.
setelah makan mie goreng jawa di Warung Bakmi SABAR MENANTI di belakang Kantor Kecamatan Pakem Sleman.
kamis seharian di Kaliurang, jum'at bangun siang dan persiapkan materi buat Diklat SAR HW, sore bergerak ke Kaliurang lagi, hingga pagi pulang ke posko, tidur dan dibangunkan dengan berisiknya Embut terima telepon ada berita bahwa MIDUN MENINGGAL ....

jam 1 pagi turun dari Kaliurang ke SARDA

setelah terlibat pembicaraan dan cerita pengalaman dari masing-masing peserta "sidang semi resmi" di lobi nya Wisma Muhamadiyah Kaliurang,
peserta Si Jon Poni dan Davidnya, Cethok, Pak Suatmaji dan Irfan, Mas JAm, dengan pendengar yang entah ada berpa jumlahnya malam itu.
dengan teh panas yang kemudian jadi es teh tawar, seperangkat snack plastikan yang berlimpah, berbatang-batang rokok di asbak, kami berkumpul dan bercerita tentang masa lalu, hingga pagi menjelang.
Dini hari itu aku berpamitan dengan beliau-beliau tuk pulang ke Jogja, sekitar jam 01.00 wib tiga motor melincur turun menyusur jalan Kaliurang. Sesampai di bawah Hotel Rose Inn di Desa Sambi satu motor berbelok ke kiri, Pak Didik Kupret pulang ke pondoknya yang berada di pinggir Kalikuning.
Hanya aku dan Irfan yang memacu motor dengan cepat karena keburu kedinginan di jalan, maklum malam itu memang dingin banget, secara naik motor dari Klaiurang ke Jogja, hingga berhenti sejenak di Ring Road utara karena kena lampu merah. Melanjutkan pergerakan ke malioboro dengan melingkar daerah Kotabaru dan kita berpisah di depan Hotel Garuda Inn.
Irfan menuju ke "Bintang Cafe" di Sosrowijayan, aku langsung menuju Kepatihan buat istirahat dan rupanya di Kantor SAR sudah ada Tekek, Embut< Lopek dan Bam yang baru saja menyelesaikan satu botol aqua besar, minuman keras warna coklat bercampur coca-cola. Ada yang sudah tewas tertidur, masih ada juga yang bertahan dengan nonton TV dan ngegame di komputer.
Berceritalah aku tentang suasana DIKLAT SAR HW di Wisma Muhamadiyah Kaliurang, apa yang terjadi di sana, jumlah peserta dan suasana yang terbentuk dari materi kelas itu.
mundurnya jadwal acara hingga pemberian materi yang 'ala kadarnya', namun masih ada ketertarikan peserta ddan antusias panitia penyelenggara.
akhirnya aku tertidur di samping Embut yang juga sudah kepayahan dengan minuman topi miring dan anggur merah yang baru aja dibeli Bam.
tapi sebelumnya aku masih sibuk ngebrik dengan Pak No dan Togog di frekuensi 429, sambil membaca puisi deng iringan lagu instrumentalia dari stasiunnya Togog.
hingga pagi dan frekuensi sudah sepi, aku bangunkan Sisca dengan telpon, dan berbicara sebentar hingga aku terlelap tidur, setelah di luar sudah dikumandangkan adzan subuh, artinya hari sudah pagi dan aku masih saja melek.
rupanya Embut juga tidur di sampingku, hingga pagi kita dibangunkan dengan dering telepon dan sms yang masuk.
"MIDUN MENINGGAL DUNIA TADI MALAM"
Ah........seakan nggak percaya dengan apa yang kudengar dari pembicaraan Embut di telepon dengan Gabul di sana. Aku baru separoh nyawa saat bangun tidur, dan meraih HP ku segera dan kubaca sms dari Yosep, terlihat jam sedah menunjuk angka 07.15 wib sms itu masuk, artinya aku sudah cukup tidur sejak subuh tadi.
hampir tidak percaya dengan berita ini, secara kita ber5 baru kompak-kompaknya bergaul dengan keluarganya. Istrinya yang baru kukenal namanya sejak di RSU PKU pagi itu, bojonya Midun yang bernama Rini tapi dipanggil Reni di desanya. Cukup sedih dan nggak karuan suasana hatinya, melihat suami yang terbujur kaku di ruang jenazah dan belum disucikan.
suasana di depan rumah sakit dan kamar jenazah RSU PKU Muhamadiyah Jogja.

Wisma Muhamadiyah Jum'at 22 Agustus 2008

sabtu pagi banget 23 agustus 2008,
sejak jum'at sore aku sudah bergerak meninggalkan kepatihan, menyusur jalan kaliurang lewat sisi barat, kupacu motor dengan ragu, sekedar bertemu dengan teman baru di sekitar Pakem, akhirnya kita bertemu dan bersatu dalam pelukan sore Kalikuning, hingga lepas maghrib kita berpisah.
makan tongseng dulu di depan Panti Asih, yang irisan dagingnya besar-besar, manis dan pedas banget hingga keringat mengucur deras dari muka dan rambut kepala, dengan udara yang dingin di lereng Merapi aku menyusur lagi lurus jalur jalan kaliurang menuju ke arah gerbang wisata.
sekitar 10 menit berlalu, akhirnya sampailah di Wisma Muhamadiyah di pinggir jalan kaliurang sisi barat, atasnya Wisma Duta Wacana, daerah dingin sebelum pintu gerbang loket lokasi wisata Kaliurang. kulihat dua orang bercengkerama di buk depan wisma, adalah Jon Poni dan Skipper yang lama aku tidak berjumpa,
"wah...piye kabarmu Den?" sapa Skipper, sementara aku baru saja naroh motor di samping sek
ertariat panitia DIKLAT SAR HW se Indonesia.
"apik-apik, wah suwe banget kita tidak bertemu" jawabku
"jam piro mau seko ngisor?" tanya lanjut skipper sambil menjabat tangan ku dan ingin mencium punggung tanganku.
" ah..ojo ngono toh, biasa wae"
sungguh luar biasa pertemuan di depan wisma itu, ada banyak tokoh-tokoh SAR Jogja ada di sana, hampir semua tua, usia di atas 35 tahun, maklum saja pemneri materinya adalah orang-orang yang pernah punya pengalaman ikut Operasi SAR.
ya begitu lama kita tidak berkumpul dalam kerinduan, beberapa saat kemudian aku masuk ke ruang lobby, dan di sana ada David, Agus C-thox, C-menk dan Mas Jamjuri yang mengenakan pakaian lapangan lengkap dengan sepatu dan badannya yang masih kekar, ada juga Pak Suatmaji tokoh sepuh dari Perhimpunan Pecinta Alam Mermounc Jogja.
saat jam menunjuk angka 20.00 lewat, aku dipersilahkan ke ruang atas, untuk membuka acara dan memberi materi Sejarah SAR di Indonesia dan manejemen operasi SAR.
hingga jam 21.30 wib aku bercerita sana sini, hingga kering mulut dan tenggorokan, tanpa ada air minum dan sayangnya prasarana untuk mengajar kurang, hanya ada whiteboard kecil dengan spidol board marker dua biji, pun dengan beberapa halaman materi SAR pinjaman dari C thok, pokoknya ala kadarnya banget.
tapi aku bisa selesaikan tugas ini, memberi tularan pengalaman kepada rekan-rekan angkatan muda muhamadiyah yang tergabung dalam kepanduan HW, sebuah acara yang diidekan oleh mas Zamdjuri dan Pak Suatmadji, disampaikan pada Pak Budi MAPALA Unisi, yang sekaligus juga pengurus pusat Muhamadiyah, maka di sana ada banyak tokoh-tokoh mermounc dan C menk yang anak unisi dengan laptop dan viewernya.
selesai materi sejarah dan organisasi SAR, dilanjutkan Materi Survival yang dibawakan Pak Didik Kupret, sementara aku menunggu di lobby dengan cerita seru dai Mas Zam dan David, tentang kehidupan suku-suku asli di Indonesia, terutama Dayak di Kalimantan.

Kamis, 21 Agustus 2008

ini saru nggak?

keingin-tahuan..............
kadang dipandang "saru", "tidak senonoh", "tidak sopan" dan sebutan negatif lain, tetapi sebenarnya yang dikatakan senonoh itu yang seperti apa? nggak jelas...
kalaulah ada seorang anak kecil membandingkan alat genitalnya kepada lawan jenis, apakah itu juga merupakan perbuatan tidak senonoh,
adalah manusia yang mempunyai akal dan mempunyai pikiran untuk berbuat dalam hisupnya.

" JabriK puNya ceRita": briefing Evakuasi Korban Bunker Bebeng

" JabriK puNya ceRita": briefing Evakuasi Korban Bunker Bebeng

Senin, 18 Agustus 2008

briefing Evakuasi Korban Bunker Bebeng

"sebaiknya kita persiapkan pasukan malam ini juga, siapa saja yang dibutuhkan, bawa apa saja, nanti di sana kita mau ngapain, kalau terjadi begini harus bagemana?"
BRIEFING AKHIR jelang Operasi Penggalian Bunker Kaliadem yang tertutup pasir panas, ada sekitar 30 orang terlibat malam itu, termasuk tim dokter dari PSF pemadam kebakaran Perancis, dua mobil pemadam kebakaran, satu team welding, satu ambulan, satu unit komunikasi RAPI lokal Depok, jeep 4x4 yang bergabung dalam pengangkutan personil.
semua yang terlibat dalam "pencarian bunker" malam itu tanggal 13 Juni 200, saya ucapkan:
"matur nuwun semua, terima kasih atas kerja samanya, senang operasi dengan anda"

encix Sang Pengusaha

gojeg pekok............
namanya juga Encik sedang baca koran, digoda ma Herlambang............wauahhh jan akrrrrraaaaB dan komPaaaaaak, saling menyayangiiiii, nggak pernah menghinaaaa, di antara teman selalu kompak (nek pas duwe duit), pas kere dan remuk yo cuma "kere punjen", semua bersedia bekerja sebagai "kethek kopyok", menjadi bagian "pasukan cekuk truno", wayang sabrangan yang sekali keluar mati kalah perang,
setelah sekian waktu malang melintang di dunia musik show, main seminggu sekali di cafe, teman banyak banget, ra kuwat nyonggo terkenal, mending jadi bakul oli, pengepul oli bekas dan mencoba keuntungan sebagai pemborong kolam renang, lha bubar kabeh....................
tokoh terkenal Jogja yang baru jatuh dan jatuh di dunia bisnis, kini menekuni hidup sebagai bapak rumah tangga.

musibah bencana alam di Jogja

sinetron OPERASI SAR pas 17 agustus 2008, saat indonesia merdeka dan indonesia bisa....
sejak adanya SIAGA MERAPI, yang kemudian mendapat bonus gempa di pagi saat rakyat Jogja baru bangun dari tidurnya, saat kesibukan pagi rumah tangga, mandikan anak, siapkan perlengkapan sekolah, sang bapak siap ke kantor, atau emang baru liburan, secara sejak Kamis ada libur bersama, long week end di Jogja, pasti ramai pengunjung dan kerja harian libur.
ya pagi 27 mei 2006, ketika semua orang disibukkan dengan gempa, rupanya seluruh relawan dan Tim SAR se indonesia bahkan dunia international yang tiga bulan sebelumnya setiap hari dijejali dengan info seputar perkembangan aktivitas Gunung Merapi, mereka aktif dan hilang fokus dengan puncak Merapi, hingga sang juru kunci nya tidak berada di tempat, berada di kota dan bergabung untuk membangkitkan semangat hidup korban gempa dengan menggelar apel budaya rakyat yang bertajuk "Jogja Bangkit" di kawasan Imogiri Bantul.
besoknya awan panas yang meluncur mencapai camping ground Bebeng Kaliadem, hingga musnah dan meninggalkan kenangan warung yang sudah terkubur dan bunker yang tertutup pasir.
14 Juni 2006, dua relawan dari Arta Graha Peduli dan masyarakat yang tergabung di massa PDIP, gugur dalam tugas kemanusiaan, mereka berduan bukan pengungsi, mereka bukan masyarakat kebangyakan, tapi mereka yang sudah terlatih dalam "unit-unit SAR" yang sat itu menjamur hampir di sepanjang lereng Merapi.
masih belum rampung kesibukan mencari dan menolong orang hilang dan orang terkena musibah, pada bulan Juli 2006 Pantai Pangandaran terkena terjangan ombak pasang, menghancurkan fasilitas wisata pantai di sana.
sampai akhirnya aku bisa membersihkan puing rumah yang roboh akibat gempa, kumulai merapikan rumah karena persiapan menyongsong bulan puasa dan HAri Raya Idul Fitri, sepanjang malam orang tarawih aku hanya bergelut dengan batu bata kuno dan genteng kayu dan paku yang karatan.
lha kok pas bulan November 2006 aku jatuh dari tembok rumah saat perbaiki tenda yang morat-narit kena angin, punggung melsek di ke dua tulang lumbar, tangan kanan patah dan harus digips selama 30 hari, nggak boleh ditawar waktunya.
punggung ku harus disangga dengan penyangga punggung terbuat dari vinil tebal, panas dan sesak di perut, bikin langsing karena perut yang selalu diikat dengan kulit bergesper,
Pebruari baru boleh dicopot.

SARDA DIY dan BAHARI Rescue

di sinilah awal mulanya....
setelah POSKO BABUSA habis ditinggal personil yang sibuk dengan gempa bumi 27 mei, kemudian bebeng 14 Juni, lha kok malah daerah tetangga ikut-ikutan kena tsunami, agustus Pangandaran dan saat itu masih ada keharmonisan, masih ada keselarasan dan koordinasi yang mantap, namun kenapa saat ini, SARDA begitu jauh dengan unit-unit SAR dan potensi SARnya..........
dulu aku pernah bernyanyi sebuah lagu dari Ebiet G Ade......
"dalam kekalutan masih banyak tangan yang tega berbuat nista"

Sabtu, 16 Agustus 2008

makin muda aja....

akhirnya..................
walau masih pada tahap pacaran, rasanya sudah hidup menyatu...
begitulah dua manusia ini saling berjanji dan menikmati indahnya cinta, indahnya kehidupan yang serba minim,
semoga saja ke depan ada rizqi yang lebih baik, secara aku baru melarat, semoga juga perempuan ini membawa rejeki,
bisa menghasilkan anak dan memberi keturunan yang manis dan tentunya sholeh seperti kedua orang tuanya.
kalo aku cermati foto ini,
aku juga tidak percaya kalo aku masih 25 tahun.....????
keliatan bahagia banget, nggak ada marah, nggak ada ngambeg..
asal nggak deket-deket dengan hari jatuh tempo menstruasinya.
mudah banget minta pisah, mudah banget bilang bubar..........
ah...mbok jangan gitu Nta !
dikira aku nggak trauma dengan ucapan:
" aku dah nggak respek lagi ! "

calon keluarga

inilah foto keluarga, calon keluarga ku ntar....saat aku akan punya anak, saat aku sudah berkeluarga, punya kehidupan baru, mereka adalah adik-adik ku, juga papa dan mama baru ku, selain kakak-kakak ku dan bapak simbok di Jogja,
gerbang kehidupan baru yang menunggu di depan langkahku, harus tegak melangkah ke depan....

buang semua ragu dan rasa takut untuk membuka gerbang itu,
jangan terbuai dengan trauma masa lalu, aku sungguh ingin menuju jalan itu, namun kenapa aku masih terbelenggu dalam "kenyamanan" hidupku,
aku harus bergerak dan melangkah maju,
semoga sosok dalam foto kiri bawah itu bisa mendukung dan menyemangati ku.
amin.....
do'a seorang bujang karatan kepada calon istrinya yang muda belia.

pandangan pertama

first time.................!
saat pertama aku lihat sosok foto wajah ini, aku langsung bilan ...Oke ! Yess !
aku mau kenalan dengannya, matab sekali aku mengiyaka tawaran Yoyon yang baru ada project dengan Ryana, pameran foto buruh migran di Senayan City, sekitar awal nopember 2007, berlanjut chating dan saling telpon, saling kenal dan saling dekat, kirim mengirim foto, saling tukar informasi, ya akhirnya kita bisa bertemu................
TAHUN BARU 2008 saat aku berulang tahun, aku mendapat roti tart ulang tahun, belum pernah ada sepanjang hidup ku, tidak ada budaya roti tart dan tiup lilin dalam kehidupan keluargaku, apalagi punya calon istri yang omongannya lu guwe lu guwe, jauh banget ...., tapi bagaimanapun dan siapapun dia, aku harus yakin memang inilah "jodohku"!
alhamdulilallah....dengan semua yang ada padanya!

bunker Bebeng Kaliadem

15 Juni 2006, adalah saat Bebeng Kaliadem terkena luncuran awan panas, hingga bunker yang dikatakan tempat untuk berlindung justru menjadi 'perangkap tikus'. Menjadi alat pembunuh dari dua saudara relawan yang gugur di dalamnya, sesungguhnya tidak perlu terjadi.........
ada sebongkah batu besar yang tidak mungkin bisa diangkat oleh manusia, dan ruangan bunker yang sudah terisi dengan material panas, batu besar yang kalau diperhatikan secara seksama berwarna semburat merah bara....
kepulan asap panas, membawa material dari puncak hingga jauh mencapai dataran rumput dengan fasilitas wisata yang cukup komplit, kini sudah musnah!

Kamis, 14 Agustus 2008

MISUH......

byajingan uasyuuuuuuuu............modyar cocote !
guoblog matane bijil, keple pece kalungan jligen, uasyuuuuuuuuuuuu............
umpatan yang luar biasa kasar, so aku menyadari itu tidak baik, namun apakah masih ada yang berpikir bahwa itu adalah sebuah cara utnuk menghilangkan depresi, menghilangkan tekanan batin, membuat otak dan kepala lebih segar dengan mengumpat.....................
buwajingaaaaaaaaaaaaannn....................................!
itulah aku yang lebih dikenal dengan "CONGBOS" alias 'congor bosok', so .................................
what happen with 'congboz'? apa masalahnya? apakah menurunkan kulaitas jidup seseorang? kenapa? mengapa? bukankah misuh lebih baik dari pada FITNAH ?
kenapa harus 'fitnah'? kenapa harus bohong?
emang dia bajingan, trus apa yang harus kuceritakan? lha menurutku, ya menurut subyektif otak ku dia masuk dalam daftar golongan orang-orang kafir, golongan teman yang "raportnya merah",
lha yo uasyu banget, tapi bagai mana pun, beliau masih manusia.
tapi kok?

SV Siren Kingstown

aku pernah hidupdi atas pulau besi, seperti itulah tempat hidup ku selama 6 minggu, pernah suatu waktu aku hidup dalam arti sesungguhnya, makan minum tidur dengan aktivitas harian hanya di atas kapal ini, selama 3 blan, saaat ada tsunami aceh pun aku hanya bisa menyaksikan dari televisi kapal yang kadang kabur dan signalnya nggak pernah stabil. Hidup dengan orang-orang kapal yang sudah punya pengalaman lebih. Ada beberapa kewarganegaraan dan budaya yang berbedam tapi yang jelas kita dapat dipersatukan dalam satu rasa, rasa beer, rasa minuman dingin yang berbusa, saat kita bersama minum beer di atas kapal, seolah semua adalah keluarga sebagai satu persatuan dari jauhnya kehidupan keluarga normal, hisup di tengah lautan. hanya menyaksikan matahari pagi bergerak di atas dunia hingga sore, kemudian gelap malam dan badan yang sudah capek dengan aktivitas di kapal, begitulah aku pernah hidup selama kurang lebih satu setengah tahun, dengan berbagai bahasa dan berbagai
budaya dunia, aku menikmatinya sebagai pengalaman hidup.
Bahwasannya orang Indonesia yang bekerja di Laut Jawa, punya KTP resmi sebagai warga negara indonesia, hidup merdeka dan cari makan di negeri sendiri, kenapa harus takluk dan menyerah dengan kesombongan etnis eropa? mengapa kita harus nyerah dan tunduk takluk pada orang kulit putih? memang mereka yang punya modal, punya duit, pemegang keputusan di lapangan, tapi kan sebagai WNI kita tidak harus memperbudak diri, ingat kata Uncle Bob: " emancipate your self from mental slavery" akan selalu kuingat dan sebagai orang inlander bin pribumi harus bisa meninggalkan sikap INLANDERIAN, sikap kalah dan selalau merasa rendah dibanding dengan orang berkulit putih dan berambut blonde,
"we are Indonesian man!": kata ku sat itu,
so "fuck you with your skin!"
you know kita orang hidup di negeri sendiri, kenapa harus menghamba dan pasrah menyerah dengan orang asing, bukan orang yang tinggal dan hidup di tanau air dan tumpah darah INDONESIA ! saat itulah rasa nasionalisme dipertaruhkan, pertarungan antara rasa nasionalis dan nilai mata uang dollar...................................
mana yang jadi pilihan : national pride or dollar?

Rabu, 13 Agustus 2008

bergetar telapakmu, hai para pendaki...
menyusur jalur lintas tubuh mu,
menyusup debu kabut belerang di situ,
merasuk dalam semangat juangku,
di Bulan Oktober kuberjalan di situ
berdiri dan menatap bayang-bayang wajahmu
di 2911 meter
berdiri dan menatap pincak mu
oh merapi........oh merapi....................., sebuah lagu tentang keagungan dan kegantengan Merapi, syair dan lagu karya Pak El (Lukito Damar) teman dan senior di kalangan pecinta alam Jogja, selalu terngiang saat berkumpul dengan sahabat-sahabat lama, ketika Bebeng masih seperti yang dulu, masih ada hamparan pohon jambu, masih ada tanah lapang, saat belum ada kamar mandi, warung pun hanya ada 5 gubug berjejer menghadap Merapi.
ah....masa muda ku yang memang indah !

Selasa, 12 Agustus 2008

bencana sosial dari alam

untuk kita renungkan...
barangkali di sana ada jawabnya, mengapa di tanahku terjadi bencana,
mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, mungkin alam mulai enggan bersahabat dengan kita,
coba kita bertanya kepada rumput yang bergoyang..................................
sampainya di laut kukabarkan semuanya, kepada karang kepada ombak kepada matahari, tetapi semua diam dan semua bisu,.
kenapa bisu , apakah betul alam ini bisu, bukankaH tiga bulan sebelum gempa Merapi sudah teriak teriak, memberi peringatan AWAS BENCANA,
kemana rumah sakit lapangan itu, ekmana obat segudang itu, kemana relawan yang ada di POSKO SIAGA MERAPI, kemana mereka? mana mobil-mobil 4x4 yang berjajar itu?
adakah jarak tempuhnya ribuan kilometer atau puluhan karvak nampak di peta ??
pertanyaan yang harus dijawab dengan hati jujur, hati terbuka
kemana kita saat itu.................lari kah> karena ada tsunami?
atau justru bingung dan panik mondar mandir di sepanjang jalan.
siapa yang harus memasang TRIAGE pada korban yang puluhan bahkan ratusan di sekeliling lingkungan kita.

kesaksian dan nona


menuliskan sejarah....
mencoba merecord semua yang pernah terjadi, dengan media sebuah tulisan, tulisan yang readable dan bisa dipelajari sebagai sebuah pengalaman, pengalaman hidup yang bisa digunakan sebagai acuan untuk menghadapi hidup di masa depan, sepeti lagu KESAKSIAN dari Iwan Fals, luka.............hidupnya luka, orang memanah rembulan dengan busurnya yang luka, banyak orang hilang nafkahnya, aku bernyanyi menjadi saksi, orang-orang dirampas hak nya, aku bernyanyi menjadi saksi. jadi inget dengan kasus di kejaksaan agung saat ini, orang-orang harus dibangunkan, ada seorang wanita bernyanyi menjadi saksi.....................
...................kesaksian hidup...................kenyataan harus dikabarkan, kenyataan harus dibuka, dapat dimengerti oleh orang-orang, menjadi tauladan baik dan buruk.
sudah cukup jauh, perjalanan ini, lewati duka lewati tawa, lewati segala persoalan, kucoba berkaca pada jejak yang ada, ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal...
bodohnya diriku, tak percaya padamu, tak sempat aku berpikir untuk tinggalkan kamu, nona maafkan, oh nona maafkan aku dan peluklah aku... begitu percayanya dirimu yakini ku, begitu teganya dirimu racuni diriku, aku tak peduli apa kata mereka, hari engkau di sini, esok tetap di sini, nona maafkan aku, nona peluklah aku, nona begitu perkasanya dirimu yakiniku, nona marahlah padaku, nona...

merdeka atau makan ?

di kampung ku banyak orang mengibarkan bendera, semua jalan kampung dan gang dihias berbagai macam umbul-umbul, semua jalan dan tempat umum dibersihkan, di cat putih dan terlihat semua rapi,
tapi sayang nya kenapa hal ini baru bisa terwujud di kampungku, hanya saat perayaan 17-an agustus, padahal dua tahun yang lalu ', banyak sudut kampungku berupa puing, runtuhan bangunan yang roboh terkena dampak gempa bumi. Pembangunan saat itu hanya seputar rumah mereka sendiri, belum membersihkan bangunan umum dan fasilitas umum, gang juga masih berupa rongsokan barang dan puing bangunan, hampir seluruh kampung seperti penjual material bekas, selalu saja ada batu bata bekas tersusun rapi, ada almari reyot dan tempat tidur yang rata-rata ditaruh di teras rumah. tenda plastik warna warni bak omah kere di ciliwung, banyak dermawan datang naik mobil mewah menyumbangkan bantuan gempa kepada korban, ya keluargaku ya tetanggaku.
sedang saat ini aku merinsukan kampungKu,
yang dulu hijau sepanjang pinggir desa, sejauh m,ata memandang adalah hamaparan sawah, nun di tengah bulak sana ada segerumbul pohon bambu, desa tetangga....
sungai irigasi mengalir membelah hamparan sawah dengan burung bangau putih, orang kampungku menyebut itu "burung kuntul", terbang ke sana kemari, menghindar terjangan kerbau yang asyik menarik bajak pak tani.
Kampungku yang dulu saat 17an agustus rame dengan lomba-lomba, lomba dan game untuk semua umur, dari yang anak-anak hingga dewasa orang tua, ada lomba kelincahan, kegesitan, kebugaran, dan tentunya ada lomba bersih lingkungan. Lingkungan hidup yang sesuai dengan pola hidup di kampungku,
di hari minggu dan sore hari banyak anak berkumpul di halaman masjid dan halaman makam ki hajar dewantara untuk berlomba mengadu ketangkasan, lomba lari dengan menggigit sendok yang berisi kelereng, lomba berlar i dengan karung, pasang mata ikan di gambar papan tulis, lomba memasukan benang ke dalam jarum, lomba makan krupuk, dan lomba lain yang meriah, masih sekedar lomba individu, sedang yang permainan team dilakukan lomba antar RT dan RK (Rukun Kampung) .
Lomba antar RK yang dipertandingkan adalah sepak bola, ada juga bola voli, dan yang tak terlupakan adalah saat final dan ada salah satu team yang kalah, hal ini akan membawa tawuran antar desa, yang membangkitkan nasionalisme sempit, sangat care dan berani berkorban membela keluarga dan tetangga di desa, dan akhirnya tujuan dari PK sendiri menjadi hilang, ya RK yang artinya rukun kampung, kerukunan antar individu dalam satu wilayah desa, kemudian ada juga yang membentuk pemerintahan yang lebih kecil, Rukun Tetangga, agar sesama tetangga saling peduli, saling sapa, menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di lingkungan hidupnya. sebenarnya pemerintah kolonial sudah rapi membagi sistem pemerintahan, dari tingkat pusat hingga timgkat lokal, seperti Pemerintahan Desa.
perlombaan antar RT (Rukun Tetangga) dengan mata lomba team yang lebih sederhana, ada lomba volly-ball, ada lomba bulutangkis beregu, ada lomba catur. semua meriah dan antusias dalam memberi dukungan kepada para tetangga. Sebuah gejala yang patut kita cermati adalah, hilangnya kemeriahan ini, hilangnya budaya masyarakat desa dalam pesta kemerdekaan bangsa, perayaan HARI KEMERDEKAAN seperti yang tertulis di gaura masuk kampung, ada kata DIRGAHAYU ada kata KEMERDEKAAN dan ada angka yang menunjuk usia negara ini. Ulang tahun yang ke -............
sebenarnya apa arti kemerdekaan bagi bangsa saat ini, kemerdekaan sebagai negara, kemerdekaan seabgai manusia, kemerdekaaan dari perbudakan kalo itu di amerika,
seorang Bob Marley juga pejuang nasionalisme untuk negaranya sendiri, dia bilang "emancipate your self from mental slavery!"
arti kemerdekaan memang berbeda bagi setiap bangsa, kemerdekaan akan menjadi sebuah tujuan mulia sebuah negara.


lukisan alam

sore yang selalu berbeda.....................
walo diambil dengan angel yang sama, dengan kualitas foto apapun,
warna langit dan warna laut tidak akn pernah sama,
setiap hari berubah, dan tidak satu pun akan sama,
awan dan uap air yang terserap setiap hari tidak konstan
selalu berubah sesaui dengan suhu sekitar,
arah angin dan kondisi cuaca di angkasa entah,
mewujudkan lukisan alami, tiada terkira,
pelukismu AGUNG, siapa gerangan?
langit dan lukisan yang terbentuk adalah................
ciptaan Tuhan !

warna dunia


putihnya malam, menyapu lembut merahnya pagi ini,
jariku masih terus menari di atas birunya kata,
membius menghempas hijaunya perasaanku bersama detak jarum jam yang enggan berhenti,
orange-nya hatiku,
memerahkan semangat kemanusiaan!
menghijaukan nurani orang akan musibah!
memutihkan kesombongan dan keangkuhan diri!
menghitamkan kafan lemah ini,
.......langkah hati yang sudah terlanjur orange, tidak henti menapak menjejak, meninggalkan tapak emas, menuju birunya cakrawala kehidupan, bersama pagi dan matahari ……….
aku kadang heran mengapa tiba-tiba aku manjadi melankolis, merana karena kontol sipilis, menajdi lembut bagai bulu kuduk di belakang leher, empuk dan soft seperti pembalut wanita, mulur mungkret rubber tipis tembus rasa...........ah kondom lagi !
sik aku arep nulis sing opo anane, apa adanya, penyebutan 'hal-hal yang dianggap seronok, tabu, tidak sesuai dengan norma agama dan norma sosial.
lha misal ada seorang cewek yang duduk mekokok di sebuah becak, kemudian kita ingin mengingatkannya, kan susah cara mengungkapkannya?
kalo kita teriakin dia akan malu, apalagi hanya dengan menunjuk pake jari tanpa ada gerakan lengan, jadi gak jelas, sedangkan jika kite teriak :
"maaf mBak itu celana dalamnya kelihatan....!" jangan-jangan dia akan malu dan marah besar, dianggap itu "pelecehan seksual" dianggap itu harashment. Tapi kalo kita nggak peringatkan dia akan terus cuek dan santai saja, tidak terganggu dengan pandangan mata laki-laki yangterfokus pada organ tubuh tertentu, serba repot !
"woiii....kotange mlintir....!" kalo kita melihat seorang perempuan dengan baju tipis dengan tali kotang yang terlihat melilit.
"wuaduh...endog-ku pecah !" saat ada laki-laki dengan tergesa naik ke atas sadel becak.
"ck..ck...ck...penthilnya guede banget....hmmm....howoh-howoh...mmmBlewah...."
"wuh...huedyan tenan peline mengglugu, jan ndhlondheng tenan..........."
"piye ? gede ra ?", tanya seorang pria dengan berbisik,
sambil teriak orang mabuk yang ditanya menjawab:
"wah......iso nggo puter andong!"
"kuwi sak jarane ora ?"
"andong, dengan dua kuda sak kusir2nya yang salto"
"hah...?" "gede tenan !" ' wah njuk piye le arep ngandangke jaran?'
nggone Encix pun nomor dua, karena yang nomer satu kontol njaran,
pembicaraan antar laki-laki yang kadang bisa didengarkan langsung oleh wanita, oleh perempuan yang karena tugas-tugasnya harus berada di tempat tersebut.
saru....tidak senonoh.....tidak pada tempatnya.....ora sopan!
apane? apanya yang 'tidak sopan'. apanya yang kurang berkenan. Bukankah untuk bicara dan berpendapat generasi tahun 80 dan 90-an sudah terberangus.

bebas merdeka

oooohhhh..........
anak pantai hidup damai, anak pantai hidup santai, memandang gadis kulitnya merah terbakar, kain pantai berhias wajah Marley, dengan vegetarionya. suka damai ....
irama lagu dari (alm) Imanez yang mampu menggugah semangat perdamaian semangat tidak setrees tapi semangat untuk gila-, dengan bergaya hidup model masyarakat pedesaan, desa adat yang berpacu dengan perkembangan budya wisata baru,
impian tentang kehidupan di pulau,
berpasir putih dengan nyiur sebagai naungannya,
mandi segar di lautm kejar ikan dibalik karang, biru langit berkuas awan,
sampan nelayan berayun-ayun digoyang ombak,
pasang naik dan turun tak hiraukan beda musim berganti,
mengapa dengan kehidupan orang kota?
orang yang bekerja keras dan mempunyai honor bagus?

wooo yooo wo iyoooo......
yang penting aku nggak nipu, nggak bikin susah kalian,
nggak terlibat 378 KUHP
kujalani apa adanya...
aku bahagia bebas lepas tanpa beban
aku merdeka !
imaji seorang kembali mencuatkan lagu-lagu perjuangan, lagu wajib
yang menarik dan sinkron dengan acara 17-an.
inilah ku adanya,
tapi jangan kira aku tak berbuat apa-apa,
tidak kuliah juga nggak kerja, aku mencoba hidup bahagia
jangan menipu itu kata nabi
apalagi menipu Tuhan sama sekali tidak boleh, maka katakan KONTOL jika itu memang penis, dan katakan GAWUK dengan lembut jika itu memang vagina. Begitulah kadang yang mengukur seseorang dari cangkem dan intonasi pengucapannya.
seperti orang jawa yang sealu menunduk sopan dengan sedekap tangan dan mempersilahkan tamu dengan ujung jempol yang teracung penuh etika, sambil bilang:
"Monggoooooo.....kontholeeee!"
sebuah sebutan manis dan lembut tapi diikuti dengan ukoro atau kata yang "tidak senonoh",
padahal orang yang bilang tiadak senonoh belum ngerti jika "nonoh" istrinya rupanya 'ramah lingkungan'.
mudah menjudge, mudah menilai dan menakar, sedang alat takar dan timbangannya belum ada, masih dalam proses pembuatan.
maka katakan MERDEKA.............
jika engkau memang merasa bebas lepas, tapi jangan teriakan itu jika masih ada ganjalan, masih merasa belum merdeka, masih hidup dan berdiri di atas tanah panas, maka senyumlah dan katakan "peace man !" agar orang lebih peduli pada sesama.
merdeka atau makan,
jika makan tapi esensi merdeka harus limited, atau merdeka tapi kadang tidak dapat makan, merdeka dalam kondisi puasa, perut kosong, haus dahaga, beribadah dengan ta'at, semua kehidupan kembali ke sorga, semua bentuk aktivitas kembali ke fitrah, kembali ke agama, sedang merdeka lebih diartikan sebagai makan enak dan senang-senang.
merdeka dan kesenangan, merdeka dan larangan, merdkea dan semua bentuk kalimat yang diawali kata "DILARANG",
'dilarang' sebuah kata yang mematikan kreasi dan menumpulkan kecerdasan kehidupan bangsa,
saat semua serba mudah, saat semua serba gampang kata dilarang menjadi tidak laik tayang lagi, akan lebih berguna dan lebih 'softly' jika diganti "SEYOGYANYA".' SELAYAKNYA, SEWAJARNYA,
sedang itu kata apa lagi? sebaiknya untuk siapa, baik bagi siapa dan dimana, layak dengan ukuran apa, parameter hidup saat kapan, wajar yang bagaimana.
pokoknya yang elain Dilarang itu menjadi baik, sedang dilarang itu tidak baik, karena tidak solusi di situ, sebuah perjanjian standart yang pihak lain tidak bisa menyepakati sebuah kehendak, oleh karena itu tidak sesuai dengan kaidah dalam hukum perikatan, ya hukum perikatan bukan hukum perjanjian, rasa keadilan yang berimbang.....
hukum yang kini baru naik daun
hukum yang kini dijadikan panutan setiap orang,
lurus apa adanya sesuai dengan konstitusi, sesuai dengan apa yang disebutkan dalam Undang Undang, dan Al Qur'an bisa kah berlaku sebagai undang-undang, seperti daya paksanya UU Negara , antara hukum agama dan hukum nasional yang berdampingan, sudahkah seimbang?
:dalam teori hukum dalam membaca sebuah perundangan harus melihat "maksud pembentuk undang-undang"
akhirnya sejarah dan ilmu sosial diperhatikan sebagai ukuran modern dan tidaknya sebuah negara, modern tidak nya pemerintahan dalam menyerap dunia informatika seluruh jagat ini.

cek dan ricek

dari tayangan televisi yang mencoba membentuk sebuah opini bahwa:
"homoseks itu sadis......!"
"hidup sebagai guy itu perjuangan"
itu adalah aib, tapi sebagian masayarakt ini mengganggap itu biasa, itu sebuah pilihan, dari orang yang merasa sedih berkepanjangan.
tantangan atau hukum keboiasaan yang berkembang. Perkembangan budaya bagaikan jet melesat ke arah lebih tinggi, lebih rumit dan lebih kompleks, sementara negara disibukan dengan perkembangan teknologi, hati-hati dengan teknologi, ketika mesin dan komputer sudah menjadi "ORANG", menjadi subyek hukum, menjadi sesuatu yang melekat dengan keberadaannya hak dan kewajiban. lha kok aku malah cerita tentang 'dunia maya'
padahal tadi aku mo coba mengulas tentang pendapat orang tentang homo dan sadis.
adakah korelasi diantaranya, bisa-bisa itu memang begitu, atau, kata yang tidak kait mengkait dan tidak berhubungan.
sebuah gejala alam masyarakat untuk menilai gensi dan gaya hidup sekelompok masyarakat, hidup dan berkembang di masyarakat.
mungkin KPK juga harus melakukan penggeledaan di setiap instansi pemerintah, barangkali ada 'homo' di situ, homo atau guy, ngebol atau homoseksual, atau heteroseksual yang ngebol, atau mungkin bisa jadi loh, "dibo'ol pake bo'il, maksudnya "disogok pake mobil", maksud sebenarnya adalah dalam mendapatkan proyek, kadang harus menyerahkan 'mahkota selaput silit' keppada pemegang tender, dalam lelang proyek dan presentasi rencana.
perencanaan untuk mendapat ajakan "mie kadin". setelah sekian lama tidak menghidupkan kembali nuansa malam jogja dengan semua bentuk lobby dan pemahaman budaya jawa.
Mbakmi yo.....!
istilah yang paling ditunggu dan di nanti saat pukul 01.00 lebih dini hari, saat dingin menusuk semenatra meja makan sudah kering, semua makanan sudah masuk kulkas dan lemari makan, apalagi yang bis dikonsumsi sepagi dini itu, ya nggak ada pilhan lain bakmi goreng jawa, setelah orang sudah bosan dengan supermie dan indomie goreng dan indomie rebus, dicampur telor dan sawi kijau, just itu saja!
diberi asesories kecpa dan saos pedas kates bosok, akan ada perbedaan rasa dan cara pembuatan, praktis efektif dibanding dengan "yang rumit dan butuh proses memasak yang cukup lumayan, mbakmi jowo dengan harum manis kecapnya. suwiran daging ayam yang nyamleng dengan balutan aroma pedas merica.

adalah: teman pun pun

kujalani apa adanya
aku bahagaia
bebas lepas
tanpa beban
aku merdeka
kujalanipa adanya
aku merdeka
aku bahgaia
bebas lepas merdeka, meraih bahagia....

Jumat, 08 Agustus 2008

hiu lintang


ini whale shark, di pantai selatan jawa sering disebut 'lintangan' atau hiu lintang, ada juga yang menyebut paus lintang, besar dan gede sekali, sering terdampar di pantai dan mati.
mamalia laut sebesar ini rupanya sangat lembut dan bijak dengan lingkungan, mereka hanya makan plankton, tidak emmakan sesama dan tidak makan biantang laut lainnya. Mereka hanya makan plankton seperti kita mengkonsumsi udara saat bernapas.
Maha Besar Allah ....................!

makan dan lapar

di benua yang berbeda dari nusantara gemah ripah loh jinawi ini, masih saja orang kekurangan makan, tidak mampu makan sesuai dengan kebutuhan tubuh, hingga ada manusia yang hiudp hanya dengan kulit dan tulang, dan atas keBesaran tuhan mereka masih diberi kesempatan untuk hidup, sementara kita masih bisa makan dnegan cukup, bahkan ada bnayak orang yang sering menyisakan nasi dan lauk di piring, dibuang dan menjadi sampah, pernahkah kita membayangkan ada kenyataan di dunia ini, seperti foto di samping, ketika kita berpesta makan enak dalam meja besar dengan berbagai macam makanan. sedang yang ikut pesta saat itu mungkin hanya 5 orang, bukankah lebih baik kita makan secukupnya?

tanaman GANJA lokal


daun yang berharga mahal, ya hanya sekedar daun, perhitungan rupiahnya akan tergantung dengan jumlah lembar daunnya dan kesehatan tanaman.
yang nggak habis pikir, mengapa orang berani membeli daun dengan harga yang begitu tinggi, sentimen pasardan gaya hidup apa lagi ini? trend tanaman hias yang bisa mengacaukan logika pasar, ada apa di balik 'budaya baru' ini? menghargai daun begitu berlebih hingga menyinggung perasaan pedagang tembakau dan petani padi. Apa nya yanga sik dengan membeli daun yang harganya jutaan rupiah, bahkan melebihi harga daun ganja kering di pasar gelap. Gengsi apa yang diperjuangkan? aku gak habis pikir dengan trend tanaman ini, atau mungkin tingkat pendapatan ku yang nggak pernah ada peningkatan sehingga melihat gejala pecinta daun ini jadi heran?
bagaimana mungkin menghargai daun per lembarnya ratusan ribu bahkan jutaan?

PEMUJA DAUN


baru dimulai sekitar tahun 2005, trend tanaman hias dengan mengambil poin interest pada 'daun indah'?
aku justru lebih suka dengan 'daun senyum', bisa jadi aku juga jadi pemuja daun, senang dengan tanaman dan bisa dikonsumsi juga, bukan tembakau bukan juga kol atau bayam, tanaman jenis perdu biasa, mudah hidup berkembang di lahan tropis dengan suhu yang sejuk, adalah canabis sattiva sebagai daun cantik daun senyum daun bahagia, tapi kenapa daun ganja tidak boleh dinikmati walau hanya dipandang, apa beda dengan gelombang cinta dan jenis yang baru inn lainnya?
nggak adil !

cah sospol ugm

maret 2006 adalah JBR,
begitulah event itu dikenal, semoga acara ini sudah tidak ada lagi, tidak berkembang dan semoga tidak pernah diadakan lagi, walau kenangan indah itu masih ada di ubun-ubun, tapi biarkan menjadi ketombe yang akan segera hilang setelah keramas, akan muncul lagi dan hilang lagi begitu mandi dan keramas pake sampo yang wangi,
setelah Hari Raya Idul Fitri 2005 dan menghabiskan tahun ini di sebuah tempat di kawasan ring road utara Jogja, hingga awal tahun 2006 yang penuh dengan kejutan dalam hidup...................

Selasa, 05 Agustus 2008

indah pemandangan !

menikmati keindahan, bagai menikmati indahnya panorama alam......., tetapi tidak semua orang setuju dengan konsep 'keindahan alam', dari kutipan syair lagu anak-anak,
gunung menjulang berpayung awan, nah kalo gambar di samping berpayung "kotang"....
diakhiri dengan kesimpulan :
"oh...indah pemandangan !"
pengartian indah pemandangan akan tergantung dari persepsi, dari vision dan angle pengambilan gambar.
tetapi kalau kita lihat seksama, bukankah itu hanya sekedar foto baju mini dengan rangkap kaos, sedangkan kulit tubuh yang terlihat hanya sedikit saja, tetapi kalau aku lebih tertarik dengan simpul di dada.....
daya tarik seksual tidak terletak di fisik tetapi di otak !

03 Agustus 2006. lereng Merapi

bergerak dari malioboro dengan 4 motor dan 6 penumpang,
sekitar jam 19.30 wib, tiba di Desa Kinahredjo lereng selatan Merapi, langsung ke Pak Pujo di Pelemsari untuk singgah sebentar dan menitipkan motor,
Rupanya rumah itu sudah penuh dengan motor, hingga sekedar untuk menyandarkan motor aja begitu susah, tapi dengan pengalaman sebagai seorang tukang parkir, akhirnya berhasil juga memarkir 4 motor di sela-sela berjubelnya parkiran. Saling sapa dan jabat tangan dengan handai taulan yang sudah duluan ada di sana. Ngobrol sana obrol sini tentang pengalaman terakhir, maklum lama tidak saling ketemu. Baru sekitar jam 21.00 wib, saat gamelan mulai bertalu, kita ber 6 berangkat ke rumah juru kunci Merapi untuk menyaksikan wayang kulit semalam suntuk. Sudah banyak masyarakat lereng Merapi dan aktivis pecinta alam yang sering nongkrong di kampung itu, sudah berjejal di sekitar panggung, menyaksikan wayang sambil masing-masing sibuk dengan selimut sarungnya. Hampir semua warga yang hadir menyaksikan wayang kulit sambil menahan hawa yang sejuk menusuk kulit hingga terasa di tulang, suasana malam yang dingin di desa tertinggi di Jogja.
Kisah yang dilakonkan ki dalang adalah tentang awal mula adanya Gunung Merapi dan gunung-gunung di Pulau Jawa. Pagelaran wayang kulit berlangsung lancar hingga pagi, sementara sedini itu masih saja banyak warga yang mondar-mandir sekitar rumha Mbah Marijan, sekedar menikmati suasana malam di Kinahredjo.
hmmm............setiap tahun, di awal bulan ruwah di sebuah desa negeri di awan !

LABUHAN MERAPI 2008

baru saja aku pulang dari desa Kinahrejo Cangkringan Sleman,
memantau posesi labuhan ndalem ke Gunung Merapi, sebuah acara ritual budaya yang selalu diadakan setiap tahun, di akhir bulan Rajab dan awal bulan Ruwah bulan saat orang jawa bikin kue apem lengkap dengan ketan kolak telo pisangnya. Acara ini sebenarnya masih menarik> sayang untuk tahun ini sudah ada umbul-umbul dan tenda gaul sponsorship, sesuatau yang 'aneh' dan mengganggu suasana sakral dan khidmatnya sebuah prosesi labuhan.
seorang Marijan juga sudah kehilangan kewibawaan sebagai sosok wong cilik, sosok sederhana, yang selama ini dijadikan 'icon' oleh sebagian besar warga lereng merapi. Sayang sekali memang, seorang Marijan yang seharusnya bisa memposisikan diri seperti mendiang Mbah Hargo, kali ini kehilangan 'sinar'nya, nampak dari raut muka yang kelihatan tua, dan terlihat dari sorot mata yang bingung, mensikapi derasnya arus informasi di media masa. Kasihan sebenarnya Marijan ini. Tetapi pada saat itu tidak mungkin beliau menolak ajakan menjadi 'artis iklan' pada seorang yang telah berjasa dalam pembangunan desa Kinahrejo. Direktur sebuah pabrik jamu yang 'cerdas' mencari sosok yang mampu dijadikan 'icon product', sedang sosok yang diambil mempunyai 'hutang budi' dengan dibangunnya bak penampungan dan instalasi pipa air pada tahun 1977.
kebijakan dan kesederhanaan yang dijadikan unggulan dalam konsep pengembangan "kearifan lokal", akhirnya harus berhadapan dengan kemajuan ekonomi, dengan mengorbankan seorang sosok yang dijadikan panutan oleh 'wong nggunung'. Marijan sudah jadi artis, susah ditemui dan tidak bersedia diambil gambarnya, baik dengan foto atau kamera. Harus ada orang yang bisa meyakinkan beliau bahwa wawancara dan reportase nya untuk kepentingan "Merapi". Untuk kepentingan seluruh warga lereng merapi, dan kemajuan pembangunan desa sekitar merapi.
sebuah ritual budaya yang mengalami kemerosotan 'nilai', pelaksanaan prosesi ritual sudah tidak mempunyai 'gengsi' lagi. Tidak ada 'sense of virtue'nya, ke'mistis'annya sudah nggak ada. Hal ini terbukti dari hasil rasan-rasan dengan para pengunjung sepuh, para langganan pengunjung labuhan ini sejak beberapa tahun lampau.
Marijan yang dulu bisa menjadi "the spirit of the merapi forest"!
kini nggak jauh beda dengan Kris Jhon dan Thukul, sebagai artis iklan televisi.
"...mbah! nuwun sewu........kulo aturi emut mBah ! eling mbah...."
eling dan selalu waspada dengan perubahan jaman, harus ingat dengan apa yang dulu menjadi filsafat hidupnya, ingat dengan semua ajaran dan persepsi tentang alam gunung merapi, ingat dengan masa lalu, ingat dengan 'tapak jejering manungso'....
hidup memang tidak harus dilakoni dengan sengsara, tapi sebisa mungkin menghindari kesengsaraan harga diri, "pride" kata londho itu !
Jejering Anglakoni mBegawan Rinesik Iku Kautaman = J A B R I K

Minggu, 03 Agustus 2008

ujung kulon

perjalanan menyusur pantai,
panas terik menyengat, melintas air pasang setinggi pinggang, berpijak pasir dengan beban puluhan kilogram di punggung.
pantai barat pulau jawa, menyusur melintas pinggiran darat, hingga sampai pos ruote berikut....

bidang SAR

Sektor SAR

Situasi tsunami

Kabupaten ..................... yang berada di ..................... berhadapan dengan Samudera Hindia yang merupakan bagian dari rangkaian pulau non-vulkanik yang memanjang pada bagian paling barat Indonesia merupakan wilayah yang sangat potensial terhadap ancaman bencana ....... yang memberi dampak buruk terhadap kehidupan masyarakatnya. Pada hari ........... tanggal ............... pukul ........ Wib, terjadi ............ dengan kekuatan ..... Scala Richter yang berpusat pada jarak ....... km sebelah barat .......... dengan kedalaman ...... km yang berpotensi menyebabkan Tsunami dengan ketinggian gelombang ...... m yang diperkirakan .......... menit setelah gempa mencapai daratan dengan kekuatan landaan sejauh ...... km.
Akibat dari ............ tersebut dapat diperkirakan akan menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak ......... orang, luka berat ........... orang dan luka ringan .......... orang dan yang hilang sebanyak .......... orang. Untuk itu perlu pencarian dan tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Team SAR sampai batas waktu yang telah ditentukan.

Sasaran

  1. Korban akibat bencana dapat diminimalisir
  2. Korban yang luka-luka terevakuasi dengan cepat dan tepat.
  3. Korban yang meninggal dunia terevakuasi
  4. Terdatanya korban yang hilang, luka-luka dan meninggal
  5. Korban yang meninggal termakamkan.
Kegiatan

No.

Kegiatan

Pelaku (Instansi)

Jumlah (orang)

Waktu

1.

Membentuk dan mengoperasikan Team Penyelamat dan Evakuasi korban yang luka

TNI, Polri, OSIS, Pramuka, LSM, Relawan.


Saat Bencana

2.

Membentuk dan mengoperasikan team pencari korban yang terkena reruntuhan

TNI, Polri, OSIS, Pramuka, LSM, Relawan.


Saat Bencana

3.

Membentuk dan mengoperasikan team Pencari korban yang meninggal dunia

TNI, Polri, OSIS, Pramuka, LSM, Relawan.


Saat Bencana

4.

Membentuk dan mengoperasikan team identifikasi dan pengangkutan jenazah ke tempat pemakaman

TNI, Polri, OSIS, Pramuka, LSM, Relawan.


Saat Bencana

5.

Membentuk dan mengoperasikan team pemakaman

TNI, Polri, OSIS, Pramuka, LSM, Relawan.


Saat Bencana

6.

Membentuk dan mengoperasikan team pencarian korban yang hilang

TNI, Polri, OSIS, Pramuka, LSM, Relawan.


Saat Bencana

Sumber daya yang tersedia

  • Sarana / Prasarana
  1. Jalan
  2. Dermaga
  3. Landasan Udara Perintis
  4. Kendaraan Roda Dua
  5. Kendaraan Roda Empat
  6. Ambulance
  7. Dump Truck
  8. Kapal
  • Sumber Daya Manusia

  1. TNI
  2. Polri
  3. Pramuka
  4. LSM
  5. Relawan ( PNS, Masy, dll)




biru laut, biru langit

seperti lukisan di atas kanvas,
tapi itu bukan, inilah fenomena alam yang nyata dan ada, mungkin tidak pernah terbayangkan oleh sebagian orang, oleh karena itu banyak orang berbeda benua berkunjung sekedar menikmati suasana alam, mandi sinar matahari tropis, di pantai berpasir putih, tidak ada sampah di sana.............
kadang aku membayangkan bagaimana jika seorang Marijan yang sepanjang hidupnya tinggal di desa yang dingin, di lereng gunung dengan nuansa kabut dan embun yang lekat setiap saat, berenang dan main snorklingan di pantai itu. Beda suasana dan beda lingkungan, akankah mempengaruhi pola pikir dan pola tindak dalam mempertahankan hidup di alam ini.
ah..............mimpi manusia kadang berlebihan, tapi itu bisa menjadi nyata!

Kinahrejo Cangkringan


aku pernah.......aku pernah melihatnya dan aku pernah di sana!
yupz! di desa paling tinggi dari permukaan laut itu, sebuah tempat yang dingin, hampir setiap hari berselimut kabut, udara tipis dan kering bertiup pelan, ada aroma kandang sapi, ada asap dari tungku penduduk setempat, ada warung makan yang menjajakan wedang gedang dan teh panas, ada sesosok gunung berdiri megah, selalu abadi asap belerang mengepul di puncaknya..... aku saat ini ada di Desa Kinahredjo, di warungnya Bu Panut, bercengkerama dengan banyak teman lama, lama sudah kita tidak bertemu dalam sebuah keakraban seperti ini. bertambah usia bertambah juga wawasan untuk berbuat sesuatu yang berguna, alhamdulillah aku masih bisa berkunjung ke sebuah desa seperti ini.
"siapa aja Bu yang masih sering nongkrong di sini?" sapa seorang pengunjung kepada pemilik warung.
"wah...njih niku, paling nggih lare-lare mahasiswa kalian londho-londho ingkang bade minggah!" jawab pemilik warung sambil sibuk membuat minuman hangat jahe wangi.
"lama nggak main ke sini Bu......, kangen kaliyan keluarga teng mriki he..he.."
"Lha pripun, njenengan sakmeniko ngasto wonten pundi?"
"Injih taksih wonten Yogja Bu...., ajeng teng pundhi malih?"

"ohhh ngaten.., ee..mbok menawi tindak wonten luar jawi he.he., Lha monggo pun sekecak'aken"

"Injih!......matur nuwun!"
akhirnya aku dan sekelompok pemuda berpenampilan mapala melanjutkan perbincangan di warung, ada juga yang asik main gitar butut dengan lagu-lagunya Iwan Fals. masih saja desa ini seperti yang dulu, masih bersahaja sebagai tempat yang tenang dan damai.

first time ...

inilah sepotong wajah yang dulu, beberapa bulan yang lalu nampak di layar monitor komputer SARDA, saat itu aku baru chating dengan Yoyon C-lat, "Lik gelem ra, tak kenalke karo themon?"
"Oke ! lha endi....gelem aku !"
"Iki lho jenenge Sisca, wis to iki siip tenan Lik, kowe mesthi yess!"
"Lha endi ID ne opo? ngko tak buzz'e....bocahe piye?"
diiringi sebuah lagu berjudul 'wonderfull world', aku berkenalan dengan seorang perempuan yang bekerja di UNIFEM, yang kebetulan direkturnya Riana, yang dulu kupanggil Bambang,....
hingga kini aku dekat banget dengan sosok foto ini !
semoga......................!

aku putri.............

aku Putri namanya...........
bapak ku dulu sering tidur dan makan bareng dengan Om Jabrik di Kantor SARDA,
kemarin waktu om jabrik pergi ke rumah...
gendong-gendong aku dan peluk-peluk aku,
katanya om jabrik pingin banget punya adik,
biar nanti jadi temen mainnya putri. main bareng di SARDA, bisa main brik-brikan, nain bareng ke tempat dulu om jabrik dan bapak sering mabok dengan api unggun dan kelompoknya, Bebeng Kaliadem deketnya Mbah Marijan

tambah enom ......katanya



dua manusia...
dua hati...
dua tubuh...
dua karakter...
dua pikiran...
mencoba berproses menyamakan persepsi, hingga nanti entah sampai kapan?
semoga Tuhan mendengar apa yang mereka cita-citakan.......!

calon family-ku


mereka calon familiku, mereka yang nanti juga menjadi tanggung-jawabku, aku yang sebenarnya anak bungsu harus mampu menjadi sulung mereka, keraguan itu mengusikku..........
tapi harus kutegakkan kepala, kusingsingkan lengan baju, meyakinkan diri tuk bisa segera meminang perempuan yang berdiri paling kiri....
aku sayangi mereka semua, sebagai istri pun juga sebagai kakak, sebagai suami dan juga sebagai menantu paling tua, semoga adik ku berdua mengerti keadaanku yang tak juga berangkat ke Jakarta....................
kulamar kamu dengan segenap hatiku !

berani pakai seragam SAR

Yogyakarta, Komplek Kepatihan, 03 Agustus 2006, pukul 03.30 wib
....masih saja TV itu menyala, berisik suara dari pesawat HT dan kipas angin terus menemaniku hingga pagi ini, entah di depan sana ada apa. Mungkin jalan malioboro juga sepi, dengan dinginnya pagi ini, hawa malam yang menyusup ke tulang, hingga anak negeri tidur berselimut tebal tidak mampu lagi mendengar suara radio yang memanggil.....,
"dan untuk apa begadang?"
"buat apa menunggu kantor ini?"
kenapa dan mengapa sudi dan bersedia berbakti kepada sebuah lembaga berlabel kemanusiaan, sedang di belakang sana kantor yang mapan dengan anggaran yang cukup, gelap dan mati, dalam suasana sepi, tidak satu pun manusia yang terjaga, mungkin nyamuk pun tidur lelap di belakang sana.
sebenarnya di sini tidak ada imbalan gaji atau honor, tetapi nurani dan keberanian untuk bersedia menjadi orang yang dimaki-maki, sebab terlambat datang dan tidak memberi informasi lengkap sebuah kejadian, akan menjadi makian banyak orang.
Mungkinkah masih ada orang yang berani melakukan ini ? atau sekedar gengsi dengan seragam gagah dipertontonkan ke setiap orang di setiap saat, kadang aku hanya tersenyum sendiri melihat orang berpenampilan establis lengkap dengan pin dan logo di dada, mondar mandir di kota dengan gagahnya, sosok heroisme melekat erat dalam benaknya, tapi jangan pernah lari saat tugas dan musibah menanti kehadiranmu, proporsi dan kewenangan ada sepenuhnya padanya. Namun sungguh aku menajadi malu dan ingin menutup muka ini dengan kaos orange-ku, saat menyaksikan mereka t berlari dan menunjukan kepanikan yang luar biasa, saat ketika awan panas mengepul menuju ke lembah.
Mereka diam dan tidak berbuat apa-apa, di saat tetangga bernasib sial dengan rumah mereka yang roboh, tidak ada upaya apapun saat jalan macet dan tidak ada bensin lagi.
Masing-masing berlari menyelamatkan diri, dan masih dengan seragam yang dibanggakannya. Mengapa hal ini masih saja terjadi?
Mengapa mereka berani mengenakan seragam itu, sedang mereka tidak berani maju ke depan dan menjadi tauladan untuk memimpin lingkungan di sekitarnya, melakukan pertolongan dengan apa adanya.
memang tidak mungkin mengadalkan bantuan dari luar, sedang sesungguhnya mereka mampu melakukan dengan tangannya.
masih banyak orang yang dengan seragam SAR masih memberi contoh yang tidak semestinya,
menunjukkan kepanikan kepada orang lain yang sebenarnya bisa dijadikan tenaga bantu pertolongan,
sebenarnya niat apa sehingga mereka berani mentang-mentang dengan seragam orange nya, untungnya mereka bukan kelompok ku, mereka adalah ambtenar honorer yang bekerja mencari uang, mencari penghidupan bagi keluarganya yang serba kurang, asal berani dan kurang hati-hati, akibatnya masih saja ada tim SAR yang mati.

36 jam di udara


serombongan pendaki gunung yang berangkat dari gelanggang mahasiswa UGM, tercerai berai rombongannya sejak berada di pos 3, saat mulai terang tanah dalam hawa yang dingin, aku melihat sesosok tubuh terkulai di antara belukar dan edelweis, sedang dirawat teman-temannya yang pasrah dan tidak mengerti apa yang harus diperbuat, dengan cepat kulihat napas, nadi dan suhu tubuhnya, dingin dengan nadi tipis sekali hampir tidak terdeteksi, ganti pakaian kering dan segera hangatkan dengan diseka air panas dalam vedples berbahan alumunium, pelan-pelan akhirnya bisa membuka mata dan mengucapkan terima kasih, dan sampai sekarang aku belum kenal siapa dia dan dimana dia, yang jelas saat itu kembali sehat dan bisa jalan sendiri!

dengan mata kepala sendiri


lestari alam ku.....
lestari desa ku......
di mana Tuhan ku menitipkan aku,
damai saudara ku, suburlah bumi ku.....
betapa sebuah kedamaian begitu berharga, hanya sekedar bisa melihat wajah bumi ini, berjam-jam berjalan dan kucuran keringat terus membasahi kaos dalam jaket yang tidak begitu tebal, berdesak naik bus antar kota antar propinsi, naik jeep yang penumpangnya asal bisa gelantungan dan muat, dalam kedamaian itu ada hati yang berbisik....ALHAMDULILLAH !

14 Juni 2006 Bebeng Kaliadem


POSKO SIAGA Merapi yang masih aktif pasca gempa bumi tanggal 27 mei kemarin hanya tinggal POSKO SARDA, entah posko yang lain bubar atau pindah kemana, mungkin semua didorong ke Bantul......
siang itu adalah jadwal pembagian susu kotak kepada siswa SD se keacamatan Cangkringan, sirine yang ada di Bebeng berbunyi sejak jam 10.00 WIB, masih ada pengunjung di sekitar lapangan rumput depan Pendopo Bebeng, sekitar jam 13.00 wib musnah sudah tempatku bermain selama bertahun-tahun.
hamparan pasir dan batu menggantikannya !

.......dalam kekalutan, masih banyak tangan yang tega berbuat nista..........................

..............kemanakah lagi, kita kan sembunyi ?
sebuah cuplikan syair lagu dari Ebiet G Ade, dan itu terbukti benar dan ada, lihat saja saat bencana gempa bumi melanda Jogja, sabtu pagi saat orang baru bangun tidur atau justru masih tertidur lelap, tanggal 27 Mei 2006, kaget dengan separuh kesadaran mencoba mencari tahu apa yang terjadi, dan "isue tsunami" melanda seluruh kota, betapa bodoh dan tidak logis nya manusia, mempercayai naiknya air laut hingga ke tengah kota Jogja, hingga mereka bubar nggak karuan mencari tempat yang lebih tinggi, bisa dibayangkan jika banyak orang yang naik ke gedung tinggi sedangkan gempa kecil masih terus berlangsung, sebenarnya masih bisa menyelamatkan jiwa saudara dan tetangga, tetapi karena kalut dan panik akhirnya banyak korban yang ditinggalkan begitu saja di pinggir-pinggir jalan.
akhirnya manusia kembali pada sifat dasarnya, meyelamatkan diri lebih utama dari pada menolong orang lain.
sebuah pembelajaran untuk memaknai kata "SAFETY FIRST"
bahwa dalam melakukan pertolongan sebaiknya seorang penolong harus aman dulu, sadar dengan dirinya, kemampuannya, kesempatannya.
ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mengahadapi keadaan darurat:
  1. apa yang terjadi
  2. apa yang mungkin terjadi
  3. tindakan awal apa yang sudah dilakukan
jika tiga hal tersebut sudah lengkap pendataannya, maka akan memudahkan team berikutnya yang datang memberi pertolongan, inilah estafet informasi yang harus disampaikan.